Cacing Tanah Atau Earth Worms

Pada zaman Cleopatra, bangsa Mesir menganggap cacing tanah sebagai makhluk suci. Sedangkan di Yunani, Socrates menyebutnya sebagai “ususnya tanah”.
Cacing tanah ternyata menyimpan khasiat luar biasa pada tubuh manusia,sehingga kerap dijadikan sebagai obat. Paling tidak hal tersebut diyakini warga Rasau yang kerap berburu cacing tanah untuk diolah menjadi ramuan obat yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Deskripsi
Ada dua spesies cacing yang bisa dipakai untuk pengobatan, yaitu Lumbricus rubellus (dikenal dengan cacing eropa atauintroduksi) dan Pheretima aspergillum (dikenal dengan nama cacing kalungatau dilog) yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Suatu ketika,anda pergi ke toko obat Cina untuk mencari obat demam atau tifus. Anda akandisarankan menggunakan cacing tanah kering atau direbus atau diminum airnya.Kalau tidak suka dengan baunya yang cukup menyengat, bisa memakan dalam bentukkering yang sudah dimasukkan ke dalam kapsul. Biasanya cacing tanah kering ituadalah jenis Pheretima aspergillum yang bisa untuk sembuhkan tifus.
Komponen kimia cacing tanah tidakmenimbulkan efek taksik bagi manusia sehingga aman dikonsumsi. Pengujianekstrak cacing tanah untuk melihat aktivitasnya sebagai antipiretik dilakukannmenggunakan hewan percobaan tikus putih yang didemamkan dengan penyuntikanvaksin campak. Suhu normal tikus putih mirip dengan manusia, yaitu berkisarantara 35,9 hingga 37,5 derajat Celcius.
Kandungan
Bahwa cacing tanah adalah sumberprotein sangat tinggi. Cacing tanah juga mengandung beberapa asam amino dengankadar yang tinggi. Salah satunya, cacing Lumbricus Rubellus mengandung kadarprotein sangat tinggi sekitar 76%. Kadar ini lebih tinggi dibandingkan dagingmamalia (65%) atau ikan (50%).
Cacing tanah termasuk binatang invertebrata (tidak bertulang belakang). Ia hidup di dalam tanah yang gembur danlembab. Lumbricus rebellus memiliki kandungan nutrisi. Diantaranya mengandung kadar protein sangat tinggi yaitu, sekitar 76 %, protein asam amino berkadartinggi, 17 % karbohidrat, 45 % lemak dan abu 1,5 %.
Hasil penelitian terhadap cacing tanah menyatakanbahwa cacing tanah memiliki senyawa aktif yang mampu melumpuhkan bakteripatogen, khususnya Eschericia coli berlebih penyebab diare.
Dari hasil laboratorium cacing tanah mengandung 
Tabel 1.  Kandungan yang ada dalam cacing
Protein                           68%
Asam glutamat               8.98 %
Treonin                           3.28%
Lisin                               5.16%
Glycine                           3.54%
Cacing tanahadalah hewan yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejakfase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat menghadapi invasimikroorganisme patogen di lingkungan mereka. Penelitian yang telah berlangsungselama sekitar 50 tahun menunjukkan bahwa cacing tanah memiliki kekebalanhumoral dan selular mekanisme. Selain itu telah ditemukan bahwa cairan selomcacing tanah mengandung lebih dari 40 protein dan pameran beberapa aktivitasbiologis sebagai berikut cytolytic, proteolitik, antimikroba, hemolitik,hemagglutinating, tumorolytic, dan kegiatan mitogenic.
Cairan dari selom foetida EiseniaAndrei telah diteliti memiliki sebuah aktivitas antimikroba terhadap Aeromonashydrophila dan Bacillus megaterium yang dikenal sebagai patogen cacing tanah.Setelah itu diperoleh dua protein, bernama Fetidins, dari cairan selom cacingtanah dan menegaskan bahwa aktivitas antibakteri ini disebabkan karenafetidins. Lumbricus rubellus juga memiliki dua agen antibakteri bernamaLumbricin 1 dan Lumbricin 2. Baru-baru ini, dua jenis faktor antibakteri yangmempunyai aktivitas seperti lisozim dengan aktivitas hemolitik serta pengenalanpola protein bernama selom cytolytic faktor (CCF) telah diidentifikasi dalam foetidaEisenia cacing tanah. Lysenin protein yang berbeda dan Eisenia foetidalysenin-seperti protein memiliki beberapa kegiatan yang diberikan cytolytichemolitik, antibakteri dan membran-permeabilizing properti.
Protein yang dimiliki oleh cacing tanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotik.Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh. Antibiotik membunuh mikroganisme biasanya dengan dua cara, yaitu dengan menghentikan jalur metabolik yang dapat menghasilkan nutrient yang dibutuhkan oleh mikro organisme atau menghambat enzim spesifik yang dibutuhkan untuk membantu menyusun dindingsel bakteri. Sedangkan, mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat poridi dinding sel bakteri. Hal ini menyebakan sitoplasma sel bakteri menjadi terpapar dengan lingkungan luar yang dapat mengganggu aktivitas dalam sel bakteri dan menyebabkan kematian. Dengan cara ini, bakteri menjadi lebih susah untuk menjadi resisten karena yang dirusak adalah struktur sel milik bakteri itu sendiri.
Manfaat
1.  Obat Menyembuhkan Berbagai Penyakit
1.1.  Obat  Thypus
Caranya agar cacing menjadi obattipes adalah dengan menggoreng cacing yang sudah dibersihkan tanpa menggunakanminyak (disangrai) sampai gosong. Setelah cacing tersebut gosong lalu ditumbukhingga menjadi serbuk
1.2.  Obat Demam
1.3.  Obat Pasca Stroke
1.4.  Obat  Lever
1.5.  Obat  Kolesterol.
1.6.  Obat  Diabetes
1.7.  Obat  Jantung
1.8.  Obat  Kanker
1.9.  Obat  DarahTinggi
1.10. Obat Penyumbatan Pembuluh Darah
1.11. Obat Kejan Ayan (Epilepsi)
1.12. Obat  Cacar Air
1.13. Obat  Rematik
1.14. Obat Diare
2.         Mengandung Zat Anti Biotik
Cacing mengandung zat anti biotik yang dapat menyembuhkan berbagai penyakitseperti diabetes, lever, jantung, kolesterol, kanker, caranya cukup mudah 1,5kg cacing dijemur hingga kering dengan sinar matahari, setelah kering, makacacing ditumbuk halus.  Penggunaan ambil 1 sendok makan di tambah 1 gelas air panas di aduk dan diminumhangat-hangat.
Adanya daya antibakteri dari protein hasil ekstrasi cacing tanah yang dapatmenghambat pertumbuhan bakteri gram negatif Escherichia coli, Shigelladysenterica, Staphylococcus aureus dan Salmonella thypi.
Secara empiris, nenek atau ibu kita tanpa kita tahu mungkin memberikan ‘jamu cacing’saat kita demam atau diare. Dan ternyata penyakit kita … sembuh!! Hasil penelitian terhadap cacing tanah menyebutkan bahwa senyawa aktifnya mampu melumpuhkan bakteri patogen, khususnya Eschericia coli penyebab diare.Bisik-bisik pengalaman nyata lain juga santer menyebutkan cacing bermanfaatuntuk menyembuhkan rematik, batu ginjal, dan cacar air.
3. Makanan Kesehatan (Healing Food)
Dibeberapa negara Asia dan Afrika, cacing tanah yang telah dibersihkan dandibelah kemudian dijemur hingga kering, lazim dijadikan makanan obat (healingfoods). Biasanya disangrai atau digoreng kering, disantap sebagai keripikcacing. Diduga kebiasaan menyantap cacing ini dapat membantu menekan angkakematian akibat diare di negara-negara miskin Asia-Afrika.
4. Bahan Baku Kosmetik
Dalamdunia moderen sekarang ini, senyawa aktif cacing tanah digunakan sebagai bahanobat. Bahkan, tak sedikit produk kosmetik yang memanfaatkan bahan aktiftersebut sebagai substrat pelembut kulit, pelembab wajah, dan antiinfeksi.
5.  Tonikum (Stimulan)
Sebagai produk herbal,  telah banyakmerek tonikum yang menggunakan ekstrak cacing tanah sebagai campuran bahanaktif.
Baikdalam bentuk segar maupun kering, si naga tanah ini di Korea diolah menjadi suppenyegar yang lazim disantap menjelang tidur, agar esok hari penyantapnya dapatbekerja penuh semangat. Setelah dibersihkan kotorannya melalui pengolahandengan teknik khusus, cacing tanah banyak dijual sebagai obat tradisional diKorea.
6.  Enzim Penghancur Gumpalan Darah
Do TatLoi, MD, PhD, direktur Hanoi National Institute of Pharmaceutical diVietnam, termasuh salah seorang penulis yang getol menyebarluaskan khasiatcacing tanah. Ba Hoang, MD, PhD, juga di Vietnam, yang berpraktek pengobatankonvensional dan pengobatan tradisional China, telah membuktikan efektivitascacing tanah untuk mengobati pasien-pasiennya yang mengidap stroke, hipertensi,penyumbatan pembuluh darah (arterosklerosis), kejang ayan (epilepsi),dan berbagai penyakit infeksi. Resep-resepnya telah banyak dijadikan obat patenuntuk pengobatan alergi, radang usus, dan stroke.
Kegunaancacing tanah sebagai penghancur gumpalan darah (fibrimolysis) telahdilaporkan oleh Fredericq dan Krunkenberg pada tahun 1920-an. Sayangnya,laporan tersebut tidak mendapat tanggapan memadai dari para ahli saat itu.Sesudah masa tersebut, Mihara Hisahi, peneliti dari Jepang, berhasilmengisolasi enzim pelarut fibrin dalam cacing yang bekerja sebagai enzimproteolitik. Karena berasal dari Lumbricus (cacing tanah), maka enzim tersebutkemudian dinamakan lumbrokinase.
CanadaRNA Biochemical, Inc. kemudian mengembangkan penelitian tersebut dan berhasilmenstandarkan enzim lumbrokinase menjadi obat stroke. Obat berasal daricacing tanah ini populer dengan nama dagang ” Boluoke”. Lazim diresepkanuntuk mencegah dan mengobati penyumbatan pembuluh darah jantung (ischemic)yang berisiko mengundang penyakit jantung koroner (PJK), tekanan darah tinggi(hipertensi), dan stroke.
Selamaini obat penghancur gumpalan darah uang banyak digunakan adalah aktivatorjaringan plasminogen (tissue-plasminogen activator, tPA) dan stretokinase.Padahal, kedua jenis obat tersebut daya kerjanya lambat. Selain itu,aspirin-pun sering digunakan untuk mencegah penggumpalan darah, sayangnyareaksinya terlalu asam bagi tubuh, sehingga banyak pengguna tidak tahan danberesiko mengakibatkan tukak lambung.
Penelitianterhadap khasiat cacing tanah sudah pernah dilakukan juga secara besar-besarandi China sejak tahun 1990, melibatkan tiga lembaga besar. Yakni Xuanwu Hospitalof Capital Medical College, Xiangzi Provicial People’s Hospital, dan XiangxiMedical College. Uji coba klinis serbuk enzim cacing tanah ini dilakukanterhadap 453 pasien pengderita gangguan pembuluh darah (ischemiccerebrovascular disease) dengan 73% kesembuhan total.  Sumber  www.terussehat.com
7. Meningkatkan Nafsu Makan
Cara Mendapatkan Cacing
Tak heran bentuk hewan yang kecil dan licin ini akrab dikalangan Anak - anak di Kecamatan Rasau kerap mencari cacing tanah untuk digunakan sebagai bahan jamu.
Andri, adalah salah satunya. Anak kelasIII ini bersama teman - temannya mencari cacing tanah selepas sekolah. Dengan bermodalkan air yang telah dicampur diterjen Andri memulai perburuannya di sebidang tanah yang berada di bawah pohon rindang.
Air diterjen digunakan untuk memancing cacingtanah keluar dari tanah. Cacing tanah yang diperoleh dibersihkan dengan cara mengurutnya dengan tangan, setelah itu dibilas dengan air bersih. Hasil buruan Andri ini kemudian diolah menjadi jamu dengan cara ditumbuk dengan campurankunyit, daun asam muda dan air. Hasil tumbukan kemudian diperas dan dicampurdengan madu.
Rumiyati, seorang warga percaya ramuan ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hingga saat ini ramuancacing tanah masih menjadi salah satu obat alternatif yang diandalkan warga untuk menyembuhkan panas dalam.
Makhluk ini dipercaya muncul sekitar 120 jutatahun silam. Cacing sendiri sangat unik karena tidak punya kaki, tidak punyaotak dan paru-paru, tapi malah punya 5 jantung. Cacing juga termasuk satu dari sedikit jenis binatang yang hermaprodit.
Mungkin bagi kebanyakan orang, cacing hanyaberguna sebagai umpan dalam memancing atau sekadar menyuburkan tanah, namun ternyata cacing memiliki banyak kegunaan. Cacing yang terlihat menjijikkan itu ternyata berpotensi besar sebagai bahan makanan. Cacing tanah mengandung banyakprotein, yang sangat diperlukan oleh tubuh. Beberapa sumber menyebut carapengolahan cacing adalah dengan memasukkan bersama tepung maizena selama 48jam, atau menyimpan di dalam freeze. Untuk menghilangkan lendirnya, cacingdirebus dengan air mendidih.
Suku Maori (New Zealand), Aborigin (Australia),Aztec, dan suku-suku primitif lain biasa memanggang cacing di atas api unggun,atau di bawah panas matahari sebelum menumbuknya sampai halus untuk dimakandengan roti.
Di dalam buku The Worm Book (1998), cacing tanahdisajikan sebagai menu yang lebih menarik, diantaranya  OatmealEarthworm-Raisin Muffins (muffin gandum rasa cacing tanah dengan kismis),Earthworm Meatloaf, & Caramel Earthworm Brownies. Di buku lain, UrbanWilderness A Guidebook to Resourceful City Living (1979), Christopher Nyerges,sang pengarang, menyarankan untuk membalut cacing tanah dengan tepung, gorengdengan mentega sampai warnanya kecoklatan, campur dengan tumisan bawang danjamur, kemudian oleskan sour cream. Yang katanya enak. Untuk lebih menyakinkan,lebih baik kalian mencobanya sendiri.
Negeri Perancis, yang terkenal pakar mengolahbekicot menjadi makanan yang lezat, ternyata juga ahli memasak cacing tanah.Souffle Ver de Terre nama menunya. Ver de Terre artinya cacing tanah dalambahasa Perancis.
Di beberapa negara Asia dan Afrika, cacing tanahyang telah dibersihkan dan dibelah kemudian dijemur hingga kering, lazimdijadikan makanan obat. Pengolahannya dengan disangrai atau digoreng kering,kemudian disantap sebagai keripik cacing. Diduga kebiasaan menyantap cacing inimembantu menekan angka kematian akibat diare di negara-negara miskinAsia-Afrika. Beberapa penelitian tmembuktikan adanya daya antibakteri dariprotein hasil ekstrasi cacing tanah yang dapat menghambat pertumbuhan bakterigram negatif Escherichia coli, Shigella dysenterica, Staphylococcus aureus danSalmonella thypii.
Manfaat dan khasiatcacing tanah
    Menyembuhkan Typus
    Menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh
    Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
    Menurunkan tekanan darah tinggi (yang darah rendah gak turun)
    Meningkatkan nafsu makan (jadi rakus dong)
    Mengobati infeksi saluran pencernaan seperti typus, disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag
Khasiat CacingSebagai Obat infeksi saluran pernapasan 
    Batuk, asma, influenza, bronchitis dan TBC.
    Mengurangi pegal-pegal akibat keletihan maupun akibat reumatik.
    Menurunkan kadar gula dalam darah penderita diabetes.
    Mengobati wasir, mengobati gatal-gatal (exim), alergi, luka dan sakit gigi.

Pengolahan

Proses pengolahan lumbricus rubellus,dilakukan dengan system higroscopy. Yaitu kandungan air cacing tanah diserapdengan menggunakan kain kasa. Berikit langkah-langkahnya 
1.  Cari cacing tanah merah yangbentuknya kecil – kecil, (cacing kruntel yang biasa digunakan untuk umpanmemancing ikan) dan bukan cacing yang hitam dan besar.
2.  Bersihkan dan pastikan sudahtidak ada unsur tanah atau kotoran lain, sekedar untuk menjaga higienisnyasaja.
3. Tuangkan air kira – kira 3 gelas untuk ukuran diminum 3 X sehari.
4. Masukkan cacing dan rebus hingga mendidih.`
5. Saring dan ambil airnya saja.
6. Dinginkan sebentar atau minumkan hangat –hangat

Cacing tanah dapat di konsumsi dengan berbagaicara. Menurut banyak sumber cara pengolahan cacing adalah dengan memasukkanbersama tepung maizena selama 48 jam, atau menyimpan di dalam freeze. Untukmenghilangkan lendirnya, cacing direbus dengan air mendidih.



Cara mengkonsumsi cacing tanah  

Banyak cara  yang dilakukan untuk mengolah cacingtanah sebelum dikonsumsi 

    Seperti dengan merebusnya lalu diminum air rebusannya, bisa dicampur dengan gula, madu ataupun kunyit ( atau juga bisa diminum langsung). 

    Dikeringkan (diopen , dijemur) lalu ditumbuk digiling sampai halus dan dimasukkan dalam kapsul, atau disebut dengan pil cacing ( sudah banyak tersedia ditoko-toko obatapotek).

Ataudimasak dan dijadikan lauk, dll.


Produk

Obat cacing yang sekarang beredar di pasarandikemas dalam berbagai kemasan. Kapsul dan pil adalah kemasan yang palingsering kita temui.

 1. Produk Pakan Ternak

Sebagai pakan burung dan ikan dapat dibuat pelet
2. Produk  Tepung Cacing
3.  ProdukBen Cao Gang Mu

Di RRC, Korea, Vietnam, dan banyak tempat lain di Asia Tenggara, cacingtahah terutama dari jenis Lumbricus spp, bisa digunakan sebagai obat sejakribuan tahun yang lalu. Cacing tanah telah dicantumkan dalam “Ben Cao GangMu”, buku bahan obat standar (farmakope) pengobatan tradisional China. DiChina, cacing tanah akrab disebut ‘naga tanah’. Nama pasaran cacingtanah kering di kalangan pedagang obat-obatan tradisional China adalah tilung kam

Bentuk ObatTifus dari Cacing Tanah
1). Pil Cacing
2). Kapsul Cacing
3). Extrak Cacing
4). Cacing yang Dikeringkan
5). Jus Cacing Tanah
6). kopi cacing



Dalam Pembudidayaan Cacing Tanah 



Persiapan Media


Penebaran Bibit 





Waktu Panen












JENIS JENIS CACING TANAH

Seperti yang sudah kita ketahui, cacing tanah berdasarkan praktisi dikelompokkan berdasar warna nya yaitu :
I.  KELOMPOK WARNA MERAH
Adapun jenis jenis kelompok warna merah antara lain :

1. LUMBRICUS RUBELLUS


2. ANC ( AFRICAN NIGHT CRAWLER )

Hasil gambar untuk cacing anc

3. LUMBRICUS TERESTRIS

Hasil gambar untuk LUMBRICUS TERRESTRIS

4. EISENIA FOETIDA ( THE BRANDLING WORM ) TIGER

Hasil gambar untuk EISENIA FOETIDA ( THE BRANDING WORM ) TIGER

II. KELOMPOK WARNA ABU-ABU

adapun jenis kelompok warna abu-abu adalah termasuk ALLOBOPORA ( Field Worm ) dan OCTOLASIUM

dan untuk di Indonesia kebanyakan umumnya membudidayakan jenis cacing tanah kelompok warna merah. untuk kelompok peternak kami, kami membudidayakan jenis LR ( untuk farmasi ) dan jenis ANC/LT untuk pakan ternak.



HASIL PRODUKSI

Seperti yg pernah kita bahas dalam halaman lalu, bahwa cacing itu bahan dasar, bisa kita olah menjadi sesuatu yang mempunyai nilai lebih berguna dan lebih mahal.
berangkat dari pemikiran itu, maka kami berusaha mengolah hasil panen cacing kami. jika awal nya dulu kita menjual cacing dalam bentuk basah, maka secara pelan-pelan kita berusaha mengolah cacing tersebut menjadi berbagai hasil. 
salah satu hasil pengolahan kami adalah sevelink, yaitu suplement larva lele sebagai pengganti atau pendamping makanan larva (cacing sutra).
produk kami sevelink udah kami trial pada sebuah peternakan lele, dan ternyata hasil nya memuaskan. dimana daya hidup larva sangat bagus, larva cepat besar dan tahan terhadap penyakit.

jika biasanya untuk lele ukuran 4-5 cm butuh waktu 30 hari bila menggunakan cacing sutra, ternyata dengan memakai tepung kami, maka dalam umur 22 hari, lele sudah bisa dijual ke peternak pembesaran lele dengan ukur segitu ( 4-5cm ). 


PANEN

Proses panen cacing biasanya dilakukan setelah 3 bulan kita menanam bibit cacing. secara teori, cacing lumbricus bisa menjadi dua,tiga bahkan empat kali lipat dari awal bibit cacing kita dalam jangka waktu cuma 1 bulan. tapi di sini kita pakai acuan terendah yaitu menjadi 2 kali lipat dalam jangka waktu 1 bulan setelah pelepasan bibit.

Untuk itu kami menyarankan agar rekan-rekan sudi untuk menyediakan kolam/kotak khusus untuk sampling. artinya jika kita menanam bibit 5kg, maka kami menyaran kan agar disediakan kotak khusus untuk diisi cacing dg ukuran misal 1 kg. kita rawat dan kita kasih pola makan dan penyiraman yang sama dengan kotak lainya. nah tepat pada waktu 1 bulan itu, kita bisa cek isi kolam, kita panen semua dan kita timbang. apabila cacing kita naik dua kali lipat dari awal kita tanam, bearti pola perawatan kita sudah bagus, kita tinggal melanjutkan saja. tapi apabila ternyata cacing kita tidak naik, atau cuma naik tapi tidak dua kali lipat, maka bisa kita anggap bahwa kita gagal.

apabila cacing sudah naik dua kali lipat dalam 1 bulan, kita tinggal meneruskan pola perawatan kita sampe kita panen kelak di bulan ke 3 akhir, tapi apabila tidak naik dua kali lipat, kita harus memperbaiki pola perawatan kita, mungkin ada yg masih belum baik.
media yg sudah kita panen cacing nya, kita sarankan sekalian di ganti, karena sudah berumur 3 bulan. salah satu tujuan kita mengganti media adalah untuk penyegaran. karena media yang sudah berumur 3 bulan bisa dikatakan hanyalah tinggal ampas atau dalam istilah nya biasa dinamakan kascing.

kascing sangat bagus sekali untuk dipakai sebagai bahan pupuk organik, untuk masalah kascing, dalam bab selanjut nya akan kita bahas.


cara memanen cacing adalah seperti gambar diatas, yaitu kita ambil cacing yang besar, dan tentu juga media akan ikut terangkat. kita diamkan dulu cacing dan media itu beberapa menit. setelah 10 menitan maka cacing akan mengumpul di dasar gundukan, maka kita tinggal memakai kuas untuk membersihkan tanah media tsb.


 kita kuas maka tanah tersebut akan minggir dan cacing akan semakin menumpuk di tengah dan akan menjadi bersih. kita tinggal membalik cacing itu dan kita lakukan langkah seperti awal. maka setelah tiga kali proses penyaputan maka cacing akan terlihat bersih.


ingat, jangan pernah mencuci atau membersihkan sisa sisa media tanah di cacing dengan memakai air atau menyemprot dengan air, mending kita pake cara dibolak balik cacing nya dan memakai kuas, karena di kuatir kan akan membikin cacing itu stres. ciri ciri cacing stres itu adalah dia mengeluarkan lendir sangat banyak. 


PENANAMAN DAN PERAWATAN


Beternak cacing lumbricus pada intinya sangat mudah, tinggal keyakinan dan usaha kita dengan sungguh-sungguh maka kami yakin semua orang bisa melakukannya. setelah pada halaman depan anda sudah mempersiapkan Pra produksi cacing, maka kini kita tinggal memulai penanaman bibit.


PENANAMAN BIBIT

Pemberian bibit cacing akan lebih memberi hasil maksimal apabila kita memakai sistem 1.1.1 artinya kolam/wadah dengan panjang 1 meter dan lebar 1 meter diisi dengan 1 kg bibit cacing.
teori 1.1.1 adalah teori untuk pembesaran cacing, artinya apabila kita ingin cacing kita cepat besar maka kita bisa memakai sistem tersebut, karena dg kolam yg luas otomatis oxigen dan pakan bisa terjamin dengan baik.
tapi bagi anda yang ingin mendapatkan kokon cacing dalam jumlah banyak, maka teori 1.1.2 bisa kita terapkan, artinya dalam wadah 1 meter persegi kita taruh bibit cacing 2 kg. dengan jumlah cacing yg banyak tapi tempat nya yang sempit, diharapkan cacing akan lebih sering ketemu. dengan lebih sering ketemu, otomatis maka kesempatan cacing untuk kawin dan menghasilkan kokon yg banyak akan lebih terbuka.

PERAWATAN CACING


Perawatan untuk cacing sebenarnya terbilang mudah. kita akan bagi perawatan cacing ini dalam tiga kategori.

1. Pakan
2. Penyiraman
3. Media

1. PAKAN

Makanan cacing sangatlah mudah dicari, semua bahan alami yang organik adalah makanan buat cacing. seperti sisa nasi, nasi basi, batang pisang, daun, kertas, dll. 
sebelum kita mulai memberi makan, akan sangat baik bila kita mengetaui tekstur mulut dan pola makan cacing. cacing adalah hewan yang tidak mempunyai gigi, maka otomatis cara dia makan adalah dengan di hisap. oleh karena itu, semua bahan makanan organik yang akan kita buat pakan cacing, akan lebih baik kita busuk kan dulu, atau bisa juga kita fermentasi sampai makanan itu menjadi bubur. 
apabila pakan kita berupa bubur atau sudah membusuk, otomatis cacing akan mudah mencerna pakan tsb. apabila makanan kita masih keras dan belum membusuk, maka cacing akan menunggu beberapa hari dulu sampe pakan itu benar benar lunak dan dia bisa dimakan. 
dan menurut teori perbandingan pakan dengan cacing itu 1:1, artinya apabila kita mempunyai cacing 1kg maka kita membutuhkan pakan 1kg juga. dan kita bisa memberi nya dalam dua hari sekali. atau kita kasih pakan setelah pakan di media habis.


2. PENYIRAMAN

Penyiraman pada cacing kita usahakan setiap dua/tiga hari sekali. atau bila pada musim kemarau, bisa kita lakukan penyiraman sehari sekali. penyiraman dilakukan karena cacing sangat nyaman sekali di media yang lembab. tapi cacing tidak suka di media yang becek/banjir. jadi media cacing cukup kita usahakan lembab aja tapi jangan sampai becek/banjir.

ada 1 trik sederhana agar kita tidak terlalu ribet mengurusi kelembapan media cacing, yaitu dengan mencampur dengan pakan. artinya apabila kita memberi makan cacing, maka kita kasih pakan tersebut air yang sangat banyak, atau bisa dikatakan pakan kita sudah seperti bubur. otomatis dengan memberi makan, maka kita juga melakukan penyiraman media.


3. MEDIA

Media yang kita gunakan sebagai tempat beternak cacing, apapun jenis nya itu, lama lama akan menurun kualitas nya, dikarenakan media tersebut selain dimakan oleh cacing, media tersebut akan memadat. maka dari itu kami menyaran kan 10 hari sekali media tersebut kita balik (unggar : basa jawa) agar selain membantu biar tidak cepat padat, cara itu berguna untuk menambah oxigen dari media tersebut.
dan apabila media sudah lebih dari 1 bulan kita pakai, maksimum 2 bulan, maka wajib bagi kita untuk mengganti media tersebut dengan yang baru. karena apabila tidak kita ganti dengan yang baru, maka pertumbuhan cacing kita tidak akan maximal, walaupun cacing kita tidak mati.
Inti dari perawatan cacing itu adalah kita mengetahui habitat alami cacing, yaitu cacing itu termasuk hewan malam dan beraktivitas pada malam hari. oleh karena itu, cacing sangat menyukai suasana yang :

PERSIAPAN BETERNAK

   Sebelum memulai beternak cacing, lebih baik bila kita mempersiapkan beberapa hal agar nanti jika kita sudah menanam bibit cacing, maka segala sesuatunya sudah siap.

 berikut beberapa hal yg perlu dipersiapkan sebelum beternak cacing :


 1. Tempat / wadah 

 2. Media 
 3. Tempat pakan
 4. Proses fermentasi

1. TEMPAT /. WADAH


Untuk beternak cacing kita tidak memerlukan tempat / wadah khusus. untuk wadah bisa kita buatkan semacam kolam, kaleng bekas, kotak kayu bekas wadah tomat, kotak kayu bekas wadah telur, dll. yang penting wadah itu bisa buat menampung tanah, dan akan lebih baik bila wadah tsb berlubang kecil, agar air yg ada di wadah itu bisa menetes / meresap ke bawah.

berikut adalah beberapa contoh tempat yg bisa anda sesuaikan dg kondisi anda : 

2. MEDIA

Media adalah tempat untuk tumbuh kembang nya cacing. menurut kami, ini yang paling memegang peranan paling penting dalam beternak cacing. ada beberapa bahan yang bisa dijadikan media untuk beternak cacing. semua bahan mempunyai plus minus, tapi pada dasarnya media harus organik.
contoh beberapa bahan yang bisa dijadikan media :

1. Bekas jamur

2. Jerami
3. Tanah gembur, humus
4. Cocopiet / serbuk serabut kelapa
5. Serbuk Kayu
6. Dll tergantung kondisi di lingkungan anda 

mari kita ulas satu persatu kelebihan dan kelemahan beberapa media tsb.


2.1. Bekas jamur

Serbuk bekas media jamur banyak kita temukan di petani jamur sebagai limbah hasil produksi. bekas jamur sangat banyak mengandung gizi yg baik buat tumbuh kembang cacing karena awal proses pembuatan jamur tsb sudah banyak di campur berbagai macam bahan dan sekaligus sudah di masak.
jadi tanpa di proses lagi, bekas jamur bisa langsung kita pakai sebagai media untuk beternak cacing, kelemahan bekas jamur ini adalah : media gampang menyerap air dan menyebabkan cepat padat.
untuk itu buat peternak yang memakai bekas jamur sebagai media, kita sarankan untuk minimal 2 minggu sekali membalik tanah, agar media tidak cepat padat dan cacing dapat oxigen baru.

2.2. Jerami


Jerami atau dalam bahasa jawa nya "damen" adalah bekas batang padi, yg biasa kita temukan di sawah padi yg sudah di panen.. biasanya damen ini di tumpuk dan terkadang di bakar oleh pemilik sawah karena hanyalah limbah dari panenan padi tersebut. damen ini juga bisa kita pakai untuk media pemeliharaan cacing. damen sangat bagus buat media karena batang padi ini bisa membikin cacing nyaman sehingga cacing gampang gemuk dan kokon cacing bisa banyak. kelemahan batang padi ini hanya pada saat kita panen cacing, yaitu cacing sulit dipisah kan dari batang padi karena cacing senang masuk ke lubang batang padi, jadi perlu waktu ekstra lama saat pisahkan cacing dengan media.


2.3. Tanah gembur / Humus


Tanah adalah media alami kehidupan cacing, jadi tanah humus adalah tempat terbaik buat beternak cacing. biasanya peternak memakai bekas kotoran sapi  yang sudah menjadi tanah untuk media cacing. berdasar pengalaman, apabila memakai media tanah, kokon cacing sangat banyak, otomatis cacing lebih cepat berkembang biak. kelemahan media tanah adalah lagi-lagi gampang memadat, dan media tanah bekas kotoran sapi ini juga memerlukan penanganan khusus sebelum benar - benar bisa dipake sebagai media, yaitu lewat fermentasi atau sterilisasi agar tidak tercampur dengan kokon / bibit bibit cacing liar. 


2.4. Cocopiet / Serbuk kulit kelapa 


Cocopiet adalah serbuk kulit kelapa yang biasanya bisa kita dapatkan di pengrajin pengolahan kulit kelapa. atau bisa kita dapatkan di pabrik yang mengolah serabut kelapa menjadi keset. walau bahan ini menurut beberapa ahli cacing paling bagus dipake media, tapi bahan ini sulit di cari. jadi kelemahan bahan ini adalah sulit untuk mencarinya, walaupun mungkin banyak sampah kulit kelapa, tapi belum tentu ada pengrajin yang mau mengolah kulit kelapa ini.


2.5. Serbuk Kayu

Serbuk kayu atau dalam basa jawa di sebut "grajen" bisa juga dipake sebagai media cacing. tapi serbuk kayu ini kurang bagus dipake sebagai media, karena masih mengandung getah. oleh karena itu bila anda memakai serbuk kayu sebagai media, kita saran kan di fermentasi dulu, atau minimal anda rendam dengan air agar getah yang masih ada di serbuk kayu itu bisa di minimalisir.

2.6. Bahan Organik lain

Sebenarnya masih banyak bahan - bahan lain yang bisa dipake sebagai media untuk beternak cacing. seperti misal : batang pisang, alang-alang, atau bahkan kertas / koran yg sudah di sobek kecil-kecil bisa di jadikan media beternak cacing.

dari semua bahan media diatas, anda bisa tinggal pilih yang mana yang sesuai dengan situasi dan kondisi anda di rumah. cukup simple dan sederhana bukan?



3. TEMPAT PAKAN
Tempat pakan perlu juga dijadikan ulasan khusus untuk peternak cacing, dikarenakan pakan cacing yang paling baik adalah yang berbau tajam dan busuk. apabila tidak diberi tempat khusus, maka akan di kuatirkan bisa mengganggu lingkungan sekitar.
Tempat pakan buat cacing yang baik adalah mempunyai penutup, jadi kita bisa memproses fermentasi pakan tersebut tanpa menganggu lingkungan.
adapun jenis-jenis bahan yang bisa di pakai sebagai makanan cacing adalah semua bahan organik, termasuk nasi bekas, nasi basi, ampas kelapa, dedaunan, dll.
akan sangat baik apabila semua jenis makanan itu kita masuk kan dalam satu tempat khusus dan kita fermentasi terlebih dahulu, agar bakteri yg merugikan bisa kita minimalisir.
ada beberapa macam bahan alami yang bisa kita pakai untuk proses fermentasi tersebut, yaitu a.l : tetes tebu, air kelapa, buah nanas, air bekas cucian beras, dll.

4. PROSES FERMENTASI

Dalam proses fermentasi untuk pakan cacing ini sangat mudah, karena tujuan dari fermentasi ini hanyalah mengurangi bakteri bakteri yang merugikan dan menumbuhkan bakteri bakteri yang menguntungkan. adapun caranya adalah dengan memasukkan semua bahan pakan cacing kita ke dalam suatu wadah yang tertutup rapat, setelah sebelumnya kita beri bahan bahan alami untuk proses fermentasi tersebut.
tunggulah sampai minimal 1x24 jam agar kita benar benar mendapatkan hasil yang maksimal.
tapi banyak juga dari teman teman petani yang jarang memakai proses fermentasi pakan ini, dikarenakan bahan bahan alami mereka dianggap sudah cukup baik untuk cacing.dan untuk mengurangi pencemaran udara dan di kuatirkan mengganggu lingkungan, para petani memakai model pola makan tanam, yaitu dengan menamam pakan cacing tersebut ke media, dengan cara membuka media cacing, terus memasuk kan pakan tersebut, kemudian menutup kembali dengan media tersebut.


CACING ADALAH BAHAN DASAR

salah satu keuntungan beternak cacing adalah karena cacing itu merupakan bahan baku / bahan dasar. dengan beternak cacing, maka kita sedang memasuki suatu proses peternakan bahan dasar dari banyak hal. misal : pakan hewan, pakan ikan, farmasi, kosmetik, dll.
untuk lebih jelasnya bisa kita lihat bagan di bawah ini :



dari bagan diatas bisa kita lihat jika kita beternak cacing, maka sangat luas pangsa pasar dan pemanfaatannya. perbedaan mendasar dari beternak cacing ini adalah, hampir 90% pakan cacing itu bisa kita ambil dengan cara gratis / sangat murah. karena untuk pakan cacing, cukup kita beri sampah organik bekas dapur atau mungkin bahan-bahan organik lain nya yg bisa kita ambil dengan mudah dan murah di pasar.


tujuan kita adalah pada point yang di bawah, yaitu pakan ternak. artinya, jika nanti di pasaran telah terjadi kelebihan quota cacing dan mengakibatkan cacing harganya murah, kita tinggal banting setir untuk menjadikan cacing tersebut sebagai pakan ternak kita. jadi tidak ada ruginya bila kita semakin mempunyai banyak cacing, toh untuk pakan cacing tsb bisa kita dapat dengan gratis/murah.


namun apabila harga cacing di pasaran masih sangat menguntungkan, tidak ada salahnya kita jual cacing tsb kepada pengepul, sukur-sukur bila kita mampu mengolah cacing itu menjadi tepung cacing.


jadi buat teman-teman yang akan memulai beternak cacing, jangan takut bila cacing harganya turun dan murah, cukup kita ganti usaha kita dengan memulai beternak unggas ataupun beternak ikan tawar yang mengkonsumsi cacing seperti misalnya ikan lele.


Disini menjual berbagai jenis CACING, barangkali ada yg membutuhkan untuk :


1.pakan alami burung kesayangan anda seperti Murai,kacer,jalak,cucak,anis dll..

2.pakan alami ikan hias dan ikan komsumsi.
3.nutrisi/jamu untuk ternak unggas anda.
4.sebagai pembuat kascing/pupuk organik terbaik untuk tanaman.
5.umpan memancing.
6.farmasi/obat,dan berbagai manfaat lainnya.

Jenis cacing yang dijual yaitu:


1.  ANC/AFRICA/MERAH.

2.  LUMBRICUS RUBELUS.

harga terjangkau.

Bisa dibudidayakan.
Kami beri panduan perawatan biar cacing awet.

Alamat:

Dusun Sepakat Maju
Desa Pematang Tujuh
Kec.Rasau Jaya
Kab. Kubu Raya
Untuk area pontianak dan sekitar kami bisa kirim DELIVERY!!!
untuk luar kota dan luar pulau kami kirim via jasa bus dan pesawat.
TERIMA KASIH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar